INDONESIA: DI MATA DUNIA DAN KEPEMIMPINANNYA

INDONESIA: DI MATA DUNIA DAN KEPEMIMPINANNYA

Sherlyn Chang

National History

November 14, 2014

  • PENDAHULUAN

Salah satu faktor yang penting dalam menentukan maju mundurnya suatu lembaga, organisasi, bahkan bangsa dan negara adalah pemimpin (Sudomo 2004). Alkitab pun juga sudah menunjukkan betapa pentingnya seorang pemimpin, Raja Salomo menyatakan bahwa tanpa pemimpin, maka suatu bangsa bisa jatuh (Amsal 11:14). Pemimpin dapat menentukan ke arah mana negaranya akan tuju. Pada masa pemerintahan Mahapatih Gajahmada, Majapahit yang merupakan kerajaan kecil di Jawa Timur tumbuh menjadi negara adijaya yang menguasai seluruh Indonesia dan bahkan sampai ke Asia Tenggara. Namun, ada juga ada pemimpin yang membawa negaranya menjadi negara yang tidak bermoral. Di bawah kepemimpinan Hitler, Jerman menjadi negara yang membantai jutaan orang yang tidak bersalah.

Indonesia merupakan salah satu macan Asia yang mempunyai pengaruh yang besar di dunia. Banyak negara yang membicarakan tentang betapa kayanya Indonesia yang merupakan negara kepulauan yang subur itu. Akan tetapi, data menunjukkan bahwa Indonesia saat ini menjadi negara yang biasa saja. Tentu sangat disayangkan bahwa Indonesia yang pernah menjadi negara yang sangat berkuasa sekarang malah masih bertahan sebagai posisi negara berkembang.

Oleh karena itu, agar dapat mencari tahu solusi untuk mentransformasi bangsa lewat kepemimpinan yang benar, pertama-tama dalam esai ini akan dibahas peranan dan letak strategis Indonesia di mata dunia dan bagaimana seharusnya masyarakat menyikapi hal tersebut. Setelah itu, akan dibahas juga mengenai peran penting pemimpin bangsa terhadap negara serta kualitas pemimpin apakah yang memainkan peranan utama dalam kepemimpinan pemimpin bangsa.

  • PEMBAHASAN

Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki banyak potensi alam dan budaya. Ada beberapa faktor yang menyebabkan keragaman tata kehidupan sosial dan budaya bangsa Indonesia, yaitu merupakan negara kepulauan, memiliki iklim tropis, berada di antara dua benua dan samudra, dan juga dilalui oleh dua jalur utama pegunungan di dunia. Batas-batas alam juga membuat Indonesia memiliki berbagai komunitas masyarakat dengan corak budaya yang khas. Hal-hal tersebutlah yang membuat Indonesia menjadi persimpangan lalu lintas dunia, memiliki beragam flora, fauna, dan tanah yang subur. Sebagai negara kepulauan, Indonesia memiliki daratan dan perairan sehingga dapat memanfaatkan hasil keduanya sehingga tidak perlu bergantung dari satu sumber saja.

Dengan potensi alam dan budaya yang demikian berlimpah, seharusnya Indonesia sudah menjadi negara maju. Namun, sayangnya pemimpin Indonesia belum mampu untuk membawa Indonesia menjadi negara maju. Bangsa Indonesia pernah memiliki sesosok Soekarno yang berhasil mempersatukan seluruh bangsa Indonesia dan membawa kepada kemerdekaan. Namun, pada akhirnya ia tidak membawa Indonesia menjadi negara yang lebih baik. Begitu juga dengan presiden-presiden selanjutnya yang tidak membawa perubahan yang besar bagi Indonesia.

Menurut Hatta Rajasa pada tahun 2012 yang saat itu menjabat sebagai Menteri Koordinator Perekonomian, faktor yang membuat Indonesia bukan menjadi negara maju adalah persoalan pembangunan infrastruktur, gagalnya membangun kemandirian pangan, dan gagalnya memberikan perlindungan sosial bagi masyarakat. Namun, sayangnya solusi yang ditawarkan adalah memperbesar anggaran untuk ketiga hal itu. Tentu saja hal tersebut tidak akan mengatasi masalahnya dengan benar.

Berkaca pada Singapura, negara maju yang memiliki luas sedikit lebih besar dari Jakarta. Mereka tidak mempunyai sumber daya alam yang melimpah. Namun, mereka mempunyai pendapatan perkapita yang lebih besar dibandingkan Indonesia. Singapura dan rakyatnya sepakat bahwa kemajuan Singapura banyak dipengaruhi oleh sosok Lee Kuan Yew yang menjadi Perdana Menteri sejak tahun 1959. Meskipun ia menerapkan pemerintahan yang otoriter, ia sangat memperhatikan pendidikan warga negaranya. Kesejahteraan staf pengajar juga diperhatikan sehingga tenaga pengajar yang mereka memiliki berkualitas. Rakyat-rakyatnya uga pekerja keras dan memiliki disiplin yang tinggi.

Bapak Sudomo mengutip father Anthony D’Souza (Developing The Leader Within You, Strategies for Effective Leadership) bahwa kepemimpinan adalah salah satu faktor yang sangat memengaruhi kinerja suatu organisasi. Pemimpin adalah seseorang yang tahu jalannya, menunjukkan jalannya, dan berjalan di jalan tersebut. Oleh karena itu, seorang pemimpin harus mempunyai integritas agar tetap dapat berjalan di jalan tersebut. Integritas dibutuhkan agar sang pemimpin tetap jujur dan mempunyai prinsip moral yang kuat agar tidak goyah ketika menghadapi cobaan seperti suap. Seharusnya, seorang pemimpin tidak hanya dilihat dari gelarnya saja karena jika ia cerdas namun tidak berintegritas, pasti kelompok yang dipimpinnya akan kacau.Saat ini, banyak pemimpin yang hanya tahu dan menunjukkan jalannya, namun lama kelamaan ia sendiri meninggalkan dan berpaling dari jalan tersebut.

Namun, tidak berarti bahwa semua tanggung jawab dilimpahkan pada presiden saja. Setiap orang memiliki peran yang penting agar suatu sistem dapat berjalan dengan baik. Pemimpinlah sesosok orang yang membantu mengarahkan bawahannya agar tetap fokus akan tujuan yang telah ditetapkan bersama. Rakyat seharusnya membantu turut membantu mengawasi pemimpinnya agar tetap membela yang benar. Hal lain yang bisa dilakukan adalah menegakkan pendidikan yang benar dan tepat sasaran. Seharusnya, siswa diajarkan moral dan etika lebih dalam dibandingkan dengan ilmu-ilmu yang juga dipelajari dengan dalam. Masyarakat juga harus mendapatkan pembinaan untuk meningkatkan kualitas moral dan disiplin.

  • PENUTUP / KESIMPULAN

Indonesia merupakan negara strategis yang dipenuhi oleh banyak potensi sumber daya alam. Oleh karena itu, sejak dulu Indonesia merupakan negara yang disegani oleh negara-negara lainnya. Sayangnya, potensi Indonesia tidak dimanfaatkan oleh para pemimpinnya dengan baik sehingga Indonesia masih menjadi negara berkembang. Agar Indonesia dapat ditransformasi melalui kepemimpinan yang berintegritas, diperlukan pemimpin-pemimpin yang benar yang dipantau oleh seluruh rakyat. Solusi alternatif yang bisa dilakukan juga adalah melakukan perubahan besar-besaran dalam pendidikan dan memberikan pelatihan moral dan kedispilinan bagi semua rakyat agar rakyat tahu cara untuk menjadi seorang pemimpin yang berimtegritas.

BIBLIOGRAPHY

Min., Sudomo D. Ciri Utama Kepemimpinan Sejati. Yogyakarta: Penerbit Buku dan Majalah Rohani ANDI, 2005.

Supriatna, Nana, dkk. IPS Terpadu (Sosiologi, Geografi, Ekonomi, Sejarah). Bandung: PT Grafindo Media Pratama, 2006.

http://www.merdeka.com/uang/penyebab-indonesia-tidak-bisa-jadi-negara-maju.html

<diakses pada tanggal 12 November 2014>

http://www.nytimes.com/2007/08/29/world/asia/29iht-lee.1.7301669.html?pagewanted=all&_r=0 <diakses pada tanggal 12 November 2014>

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s