PENYAKIT: ULAH TUHAN ATAU IBLIS?

Extra Credit Assignment Biology 

KELAINAN DAN GANGGUAN PADA SISTEM TUBUH MANUSIA

MENURUT PANDANGAN KRISTIANI

 

1. Pendahuluan

 

Mengalami penyakit terkadang merupakan suatu hal yang tidak dapat dihindari oleh manusia. Penyakit bisa menyerang siapa saja tanpa memandang usia. Tidak hanya orang yang sudah lanjut usia yang menderita berbagai penyakit, ada juga bayi yang sejak kecil sudah terkena tumor, kurang gizi, atau bahkan AIDS yang ditularkan oleh ibunya. Penyakit juga mampu menyerang siapa pun, mulai dari orang yang tinggal di kolong jembatan atau pejabat pemerintahan yang memiliki kekayaan berlimpah. Begitu juga dengan kelainan atau cacat fisik maupun mental. Ada berbagai kelainan seperti tidak mempunyai tangan seperti Jessica Cox (wanita yang bisa menari, taekwondo, dan mengendalikan pesawat), tidak mempunyai kaki seperti Bobby Martin (pemain football dari Dayton Ohio), atau bahkan yang tidak mempunyai keduanya seperti Nick Vujicic. Meskipun demikian, ada beberapa penyakit dan kelainan yang bisa dihindari seperti penyakit seks menular atau pun cacat yang disebabkan oleh kecelakaan.

Namun, apakah mendapatkan penyakit atau mengalami kelainan seperti yang disebutkan sebelumnya berarti bahwa Allah sudah tidak lagi mengasihi kita? Jika Ia adalah Allah yang Maha Pengasih, mengapa Ia membiarkan ciptaannya harus mengalami berbagai penderitaan yang menyakitkan? Terkadang, timbul pertanyaan-pertanyaan seperti itu di benak kita. Banyak di antara kita yang tidak mengetahui dari mana kah penyakit itu berasal. Apakah itu merupakan hasil dari dosa orangtuanya atau dirinya sendiri? Apabila penyakit berasal dari Tuhan? Apakah itu berarti bahwa kita harus membiarkannya saja menyerang tubuh kita? Terkadang ada beberapa orang yang menyalahkannya pada bakteri dan virus, ada juga yang menyalahkan genetik yang didapatnya dari orang tua atau pun buyutnya, dan tidak sedikit juga yang menyalahkan Tuhan. Bahkan, ada beberapa orang yang mempertanyakan apa perbedaan orang yang tidak percaya dengan orang yang percaya karena sama-sama rentan terhadap penyakit ataupun kelainan. Oleh karena itu, untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan seperti itu, dalam paper ini akan dibahas lebih lanjut mengenai mengapa manusia bisa mendapatkan gangguan dan kelainan pada sistem tubuhnya.

 

 

 

 

 

 

2. Isi

 

Ada perdebatan antar gereja mengenai asal dari penyakit. Ada yang mengatakan bahwa penyakit diberikan oleh Allah sebagai hukuman. Namun, di dalam Alkitab tidak ada bukti yang menyatakan bahwa Allah yang memberikan penyakit. Allah memang mengijinkan manusia mengalami penderitaan dan sakit penyakit, namun Allah juga memberikan kuasa untuk menyembuhkan. Berikut ini adalah contoh beberapa pandangan denominasi kristen yang berbeda mengenai penyakit:

  • Christian Science (Mary Baker Glover Patterson Eddy) menyatakan bahwa kelainan dan penyakit bukanlah hal yang nyata, hanya merupakan kesalahan dari keadaan mental.
  • Seventh-Day Adventists (Ellen G. White) mengajarkan pola makan dan cara merawat tubuh dengan ketat. Mereka sangat menentang penggunaan kopi, teh, dan minuman beralkohol. Mereka juga mengajarkan untuk tidak memakan daging babi dan kalau bisa menghindari mengkonsumsi daging. Hasilnya, Adventists kesehatannya lebih baik dan cenderung hidup 6 tahun lebih lama dibandingkan warga Amerika lainnya.
  • Baptists merupakan salah satu ajaran yang sangat fanatik mengenai penyakit. Mereka berdoa dengan tulus dan menerima pengobatan seperti menggunakan obat, radiasi, dan operasi sebagai sarana Tuhan untuk menyembuhkan.

 

Meskipun demikian, kita bisa tetap mengetahui apa yang Allah kehendaki dengan mengevaluasi hal-hal seperti itu melalui membaca Alkitab dengan penyertaan Roh Kudus agar kita tidak salah menginterpretasikanya.

 

Ketika Yesus sedang berada di dunia, Ia menyembuhkan banyak orang meskipun tidak semuanya disembuhkan. Yesus menyembuhkan orang buta (Matius 15:31, 21:14, Markus 10:51, dan Yohanes 9), orang yang terkena sakit kusta (Lukas 17:17), wanita yang mengalami pendarahan (Matius 9:20), orang yang sebelah tangannya lumpuh (Matius 12:13), orang yang bisu (Matius 15:31), dan orang yang lumpuh (Matius 15:31, Matius 21:14, Yohanes 5:9). Meskipun demikian, kedatangan-Nya ke dunia menunjukkan bahwa Ia mampu membawa kesembuhan total yang bisa kita alami di kehidupan kekal (Wahyu 21:4). Lalu, darimana kah penyakit itu berasal apabila Yesus merupakan pihak yang ingin menyembuhkan penyakit?

 

 

Dalam Yohanes 9:1-3, murid-murid Yesus melihat orang yang buta sejak ia lahir. Maka, mereka pun bertanya kepada Yesus apakah orang itu buta karena dirinya sendiri atau karena orang tuanya. Yesus pun menjawab bahwa orang itu tidak buta karena kedua hal itu, melainkan agar kuasa Tuhan dapat ditunjukkan olehnya.

 

Namun, ada juga hubungannya antara dosa dengan penyakit, misalnya di Kejadian 12:17 ketika Abram sedang menginap di rumah Firaun dan menyembunyikan fakta bahwa Sarai adalah istrinya, Firaun dan seisi rumahnya terkena penyakit. Allah juga mengatakan kepada bangsa Israel bahwa jika mereka melakukan apa yang benar menurut Allah dan melakukan perintah-perintah-Nya, maka Allah tidak akan membawa penyakit yang Ia bawa untuk bangsa Mesir kepada Israel. Ulangan 7:12-16, 28:15;20-24 juga mengatakan hal yang artinya serupa juga.

 

Pada mulanya, manusia diciptakan serupa dan segambar dengan Allah (Kejadian 1:26). Bahkan Allah juga mengatakan bahwa semuanya itu sangat amat baik (Kejadian 1:31). Tetapi, seperti yang telah kita ketahui, manusia tergoda untuk memakan buah dari pohon pengetahuan yang baik dan jahat sehingga ketidaktaatan mereka itu membuat mereka jatuh ke dalam dosa. Tuhan sudah mengatakan bahwa memakan buah tersebut akan mengakibatkan kematian. Meskipun Adam dan Hawa tidak meninggal saat itu juga ketika mereka memakan buah itu, namun kematian rohani terjadi. Kemudian, ada juga kematian rohani. Tuhan sudah memperjelas dengan mengatakan bahwa manusia terbuat dari tanah dan akan kembali menjadi debu dan tanah (Kejadian 3:19). Akibatnya, sekarang seluruh manusia rentan akan kelainan, gangguan sistem tubuh, penyakit, dan semuanya akan mengalami kematian. Roma 5:12 juga menegaskan bahwa karena dosa sudah datang ke dunia (ketika terjadi pelanggaran oleh manusia pertama), kematian menjadi datang kepada semua manusia karena semuanya sudah berdosa.

 

Pada dasarnya, kelainan atau penyakit yang dialami oleh manusia bukan merupakan akibat dari dosa orang tersebut, namun merupakan salah satu konsekuensi oleh kejatuhan manusia pertama. Yesus menunjukkan hubungan antara pengampunan dengan kesembuhan. Di Markus 2:1-12, Tuhan mengampuni dosa orang yang lumpuh dan memerintahkannya untuk berjalan (dan orang itu pun tiba-tiba dapat berjalan). Hal ini menunjukkan bahwa sebenarnya Tuhan tidak membenci orang yang berdosa, tetapi Ia hanya membenci dosa itu sendiri.

 

Penyakit tidak datang dari Tuhan, penyakit datang dari iblis itu sendiri. Pada awalnya, iblislah yang menyebabkan Adam dan Hawa tergoda untuk melanggar perintah Tuhan dengan memutarbalikkan kebenaran firman Tuhan. Kisah Para Rasul 10:38 menegaskan bahwa Yesus melakukan hal yang baik, yaitu menyembuhkan orang-orang yang dikuasai oleh iblis. Peristiwa Ayub pun juga memperlihatkan iblis yang membuat Ayub mempunyai penyakit kusta (Ayub 2:7-8). Meskipun Tuhan mengijinkan adanya kelainan maupun penyakit, namun asalnya bukanlah dari Tuhan, melainkan dari iblis itu sendiri.

 

Namun, banyak orang percaya yang menganggap jika penyakit diijinkan oleh Tuhan, berarti hal tersebut merupakan bagian dari kehendak Tuhan sehingga ia menolak untuk menjalani pengobatan. Memang benar bahwa penyakit merupakan bagian dari kehendak Tuhan dan mampu untuk meningkatkan spiritualitas seseorang. Namun, hal tersebut bukan berarti bahwa menjadi sakit merupakan syarat mutlak agar kita bisa semakin dekat dengan Tuhan. Terkadang, Tuhan bekerja melalui penderitaan yang kita lalui (Roma 5:3-4 Dan bukan hanya itu saja. Kita malah bermegah juga dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan, dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan). Sudah banyak kasus ketika ada yang sakit, spiritualitasnya meningkat. Dalam warta mingguan yang diterbitkan gereja, banyak kisah mengenai seorang anak yang meski terkena penyakit yang ganas, tetap setia untuk menjalani hidup yang menginspirasi keluarga dan orang-orang terdekatnya untuk semakin berserah dan percaya kepada Tuhan. Di dalam penderitaan yang dialami pun tetap bisa ditemukan kedamaian. Tuhan tidak akan memberikan pencobaan yang melebihi kemampuan umatnya (1 Korintus 10:13 Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya).

 

Penderitaan dan penyakit berasal dari kejatuhan manusia akan dosa. Para kristiani menyadari bahwa kemampuan untuk menyembuhkan orang lain seutuhnya bukanlah kemampuan manusia. Manusia tidak akan bisa memusnahkan penyakit dari dunia ini. Kristiani menyadari bahwa hal-hal tersebut tetap merupakan bagian dari rencana Tuhan. Ketika ada orang yang sakit, secara natur orang kristen maka kita akan mendoakannya karena kita berpikir bahwa Allah dapat membuat keadaan orang tersebut lebih baik. Dalam beberapa kasus, mendoakan orang tersebut dapat membuat orang itu sembuh dengan ajaibnya sehingga merupakan suatu mujizat. Namun, tentu saja tidak semuanya disembuhkan karena Tuhan mempunyai rencana yang berbeda dengan rencana yang manusia buat (Amsal 19:21). Hal itu tidak berarti bahwa Yesus tidak mengerti apa itu artinya penderitaan. Ia pernah disiksa habis-habisan ketika berada di dunia dan Ia adalah Allah yang pengertian dan penuh belas kasihan.

 

Dosa bukanlah merupakan penyebab atas semua penyakit. Ada cukup banyak penyakit yang merupakan hasil dari kesalahan manusia sendiri. Penyakit dapat berasal dari ketidaktahuan dan ketidakpedulian kita. Pola makan yang buruk, gaya hidup yang tidak sehat, dan kurangnya melakukan olahraga merupakan faktor-faktor yang dapat menyebabkan penyakit yang kita alami. Kegagalan untuk merawat tubuh kita merupakan suatu hal yang harus dipertanggungjawabkan dengan Tuhan. Dalam 1 Korintus 6:19-20, dinyatakan bahwa tubuh kita adalah kudus dan merupakan milik Tuhan. Jika kita tidak menjaga tubuh kita dengan baik, maka kita mengecewakan Tuhan. Dalam 1 Korintus 3:16-17 juga disebutkan bahwa Roh Allah tinggal di dalam kita dan siapa pun yang mengotori bait Allah akan dihancurkan oleh Allah itu sendiri.

 

Meskipun demikian, Allah sudah merancangkan semuanya begitu sempurna agar semuanya seimbang. Tuhan tidak lupa untuk memberikan tulang yang bisa menyembuhkan dirinya ketika patah, antibodi ada dalam sistem imun untuk melawan bakteri dan virus yang menyerang tubuh, dan Tuhan juga memberikan akal budi kepada manusia agar bisa menemukan cara untuk menyembuhkan penyakit.

 

Ketika sakit, kita perlu mencari Tuhan, bukan hanya bergantung pada dokter. (1 Tawarikh 16:12) Wanita yang mengalami pendarahan itu pun baru sembuh setelah mencari Tuhan, pengobatannya 12 tahun kepada tabib-tabib tidak mampu menyembuhkannya. Kristiani percaya bahwa suatu hari, semua hal yang nampak ‘salah’ di dunia ini akan berakhir. Di surga, tidak akan ada lagi segala macam penyakit dan penderitaan. Salah satu alasan mengapa kita dapat menjadi sakit adalah karena kita belum ada di surga. Kita masih berada di dunia yang membutuhkan keseimbangan antara makhluk yang hidup dan makhluk yang mati. Kelainan dan gangguan juga merupakan suatu bagian dari siklus kehidupan.

 

3. Penutup

 

Kelainan dan penyakit merupakan hasil dari kerja iblis, bukan Tuhan. Meskipun demikian, Tuhan memang mengijinkan penderitaan itu terjadi sebagai salah satu dampak dari jatuhnya manusia pertama akan dosa dan dengan cara demikian jugalah nama Tuhan dapat dipermuliakan. Kita mempunyai kewajiban untuk menjaga dan merawat tubuh yang dititipkan Tuhan kepada kita. Tuhan sudah merancang tubuh kita dengan luar biasa sehingga meskipun kita sudah lalai dalam menjaga tubuh kita, tubuh kita dapat memperbaiki dirinya sendiri karena sistem imunitas yang sudah didesain sedemikian rupa. Ketika kita jatuh sakit, kita tetap harus mencari Tuhan terlebih dahulu sebelum mencari perawatan medis.

 

4. Daftar Pustaka

 

http://agapegeek.com/2012/04/29/understanding-healing-sickness-and-disease-erroneous-teaching-in-the-modern-church-part-5/ <diakses tanggal 1 Juni 2014>

 

http://www.answers2prayer.org/sickness/sickness0.html <diakses tanggal 1 Juni 2014>

 

http://articles.chicagotribune.com/2012-02-03/news/ct-met-baby-cancer-chemo-20120203_1_brain-tumor-baby-home-cancer-cells <diakses tanggal 1 Juni 2014>

 

http://www.christianity.org.uk/index.php/Illness.php <diakses tanggal 1 Juni 2014>

 

Jochem, Roxie. Defeating Cancer : A Christian Spiritual Warfare Model. Kindle.

 

Malkmus, George H. Why Christians Get Sick. 2005. Shippensburg: Destiny Image Publisher.

 

Viljoen, M. J. General Nursing: Medical and Surgical Textbook. 1988. South Africa: Pearson.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s