KAPITALISME: Filosofi, Fakta Sejarah, dan Pengaruhnya di Indonesia

1. Pembukaan

Kapitalisme adalah sistem sosial yang berdasarkan pengakuan eksplisit mengenai kepemilikan barang pribadi dan pertukaran yang berdasarkan kontrak dan tidak agresif antar pemilik barang pribadi tersebut. Pada dasarnya, kapitalisme dikembangkan karena adanya kekacauan dalam sistem ekonomi yang berantakan dan banyaknya campur tangan pemerintah. Sehingga, para ahli ekonomi seperti Adam Smith mulai mengembangkan sistem kapitalisme yang lebih teratur dan jauh dari campur tangan pemerintah. Oleh karena itu, sistem ini merupakan sistem yang paling dominan di era revolusi industri dan masih dipergunakan sampai sekarang, terutama di dunia industri barat.

Namun, ada pula berbagai oknum yang menolak sistem kapitalisme karena kapitalisme dianggap menyebabkan lesunya pertumbuhan ekonomi, menambah keterpurukan negara-negara miskin, dan semakin seringnya krisis pasar keuangan yang disebabkan ketidakstabilan sistem kapitalisme yang mengutamakan keuntungan pribadi dan menghindari campur tangan pemerintah. Selain itu, terjadinya juga krisis ekonomi pada tahun 2008-2010 yang diduga disebabkan oleh pasar bebas kapitalisme. Hal-hal tersebut membuat sistem kapitalisme dipertanyakan oleh beberapa pihak.

 

2. Penjelasan dan Analisa

Kapitalisme merupakan sistem sosial yang menjunjung keadilan dan kebebasan individual. Namun, pelaksanaannya seringkali mengabaikan hak individu lainnya. Negara-negara yang berkembang dan yang tergolong miskin akan disingkirkan atau bahkan dieksploitasi semampunya. Beberapa penduduk pun yang ingin mendapatkan hidup yang lebih baik akan bermigrasi secara legal atau pun secara illegal ke negara yang lebih maju dibandingkan negara asalnya. Bank Dunia melaporkan bahwa di wilayah pedesaan, kondisi bantuan perawatan kesehatan semakin memburuh karena adanya pemotongan sumber-sumber dana yang dialihkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi berorientasi pasar yang hanya menguntungkan daerah perkotaan. Dalam kapitalisme, adanya perbedaan antara kota dan desa. Kota merupakan pusat produksi industri dan produksi pertanian. Sehingga, semakin banyaknya produksi yang dilakukan, diperlukan sumber daya manusia yang lebih banyak sehingga penduduk desa banyak yang ditarik ke perkotaan.

Dengan adanya sistem kapitalisme, maka negara-negara saling bersaing agar menjadi yang terbaik. Karena kapitalisme erat hubungannya dengan perdagangan ekspor, maka negara-negara yang sudah mapan, terutama yang sudah cukup maju industrinya, melakukan penjelajahan tempat-tempat baru agar bisa memperluas pasarnya. Negara yang melakukan penjelajahan itu berusaha untuk melakukan monopoli perdagangan agar bisa meraih keuntungan sebesar-besarnya. Namun, apabila negara tersebut hanya mengandalkan perdagangan dengan hasil produksi dari wilayahnya sendiri, maka mereka tidak akan maju dengan cepat. Sehingga, ketika ada kesempatan, negara pendatang itu melakukan penjajahan atas negara yang baru ditemukannya itu sebagai upaya perluasan wilayah (imperialisme) yang berarti negara tersebut memperoleh modal (sumber daya alam dan sumber daya manusia) yang lebih banyak. Kapitalisme menimbulkan keserakahan karena adanya tekanan untuk memaksimumkan keuntungan atas nama para pemegang saham dan pemilik modal.

Kapitalisme mempunyai andil dalam terjadinya penjajahan di Indonesia menurut buku Aksi Massa yang ditulis oleh Tan Malaka dan Kapitalisme: Perspektif Sosio-Histori yang ditulis oleh Mulyanto. Indonesia merupakan suatu negara yang luas, kaya raya akan rempah-rempah, dan memiliki penduduk yang berpotensial untuk dijadikan sebagai tenaga kerja. Kurangnya kemajuan teknologi dan rasa persatuan Indonesia pada waktu itu menyebabkan mudahnya Indonesia dijajah oleh bangsa-bangsa seperti Portugis, Spanyol, Belanda, Inggris, dan Jepang. Saat itu, bangsa Indonesia masih terlalu polos sehingga tidak mengetahui rencana-rencana jahat yang telah dirancang oleh negara-negara yang tergiur akan kekayaan Indonesia.

Di era penjajahan yang dialami oleh Indonesia, banyak terjadi ketidakadilan dan kekerasan yang menimpa rakyat Indonesia. Dengan politik adu domba (devide et impera), tanam paksa (cultuurstelstel), dan perjanjian-perjanjian yang merugikan bangsa Indonesia seperti Saragosa, maka Indonesia dieksploitasi habis-habisan dan dibuat sangat menderita. Walaupun demikian, Indonesia melakukan berbagai upaya agar bisa merdeka dari cengkraman penjajah melalui perang-perang (misalnya perang gerilya di berbagai tempat) dan tindakan-tindakan diplomatis (misalnya membentuk organisasi-organisasi). Setelah Indonesia mengetahui bahwa Jepang kalah dalam perangnya melawan Sekutu dan sedang tidak ada yang menguasai Indonesia, akhirnya Indonesia dapat mendeklarasikan proklamasi kemerdekaan dan merdeka pada 17 Agustus 1945.

Namun, setelah Indonesia merdeka pun, masih banyak perusahaan asing yang ingin menanam modal di Indonesia. Hal sederhananya adalah dengan ada banyaknya produk luar negeri yang dapat dijumpai dengan mudah di sekitar kita seperti KFC, Starbucks, dan lain-lain. Ada pula kesalahan besar seperti pada zaman Orde Baru yang melepaskan salah satu tambang emas Indonesia kepada Freeport yang dimiliki oleh Amerika.

Selain itu, adanya juga pasar bebas yang dikembangkan oleh kapitalisme yang dapat merugikan negara-negara berkembang seperti Indonesia. dilegalkannya investasi asing melalui UU Penanaman Modal No. 25/2007 yang mempermudah terjadinya investasi asing di Indonesia. Sehingga, Indonesia yang tentu saja tidak memiliki modal sebanyak negara yang sudah maju seperti Cina dan Amerika akan mengalami kesulitan dalam bersaing. Semakin banyaknya pengangguran dan melonjaknya angka kemiskinan yang disebabkan oleh kebijakan ini. Masyarakat yang tidak peka pun akan memilih produk asing yang lebih murah tanpa mempertimbangkan kualitas atau pun nasib akan industri lokal. Industri asing tentu saja akan mendapatkan keuntungan yang besar dan berhasil menjalankan sistem kapitalisme yang dianutnya.

Kapitalisme memang merupakan salah satu dalang terjadinya penjajahan yang dialami oleh beberapa negara seperti Indonesia. Namun, penjajahan yang melibatkan perang dan perebutan kekuasaan secara ekstrem sudah tidak lagi dialami oleh Indonesia. Meskipun demikian, sampai saat ini pun kita masih dijajah oleh kapitalisme secara terselubung. Dengan berkuasanya produk-produk asing di negeri kita sendiri, berarti semakin bertambahnya kekayaan perusahaan asing tersebut. Jika masyarakat tidak segera sadar, maka lama kelamaan Indonesia akan ‘terjajah’ lagi oleh bangsa asing oleh karena kalah bersaing dalam bidang perekonomian.

 

3. Penutup

Kapitalisme adalah suatu sistem yang dibentuk karena para pedagang merasa kesulitan dengan perekonomian yang tidak teratur dan dikekang oleh pemerintah. Tetapi, pada perkembangannya, sistem kapitalisme tidak memperhatikan kepentingan secara umum karena lebih mengutamakan orang-orang yang mempunyai banyak kapital. Dampaknya, akan ada perbedaan yang sangat jelas terlihat dalam bidang ekonomi dan sosial. Keserakahan akan harta tidak akan akan membawa kebahagiaan. Seringkali dalam upaya mencari kekayaan duniawi itu demi kepentingan beberapa pihak, orang lain akan dirugikan. Misalnya, di Indonesia demi memperkaya negara sang penjajah, rakyat Indonesia diharuskan untuk melakukan kerja paksa yang tidak manusiawi. Kesetimbangan ini juga menyebabkan terjadinya tindak perlawanan yang sebenarnya juga mengancam para pemilik modal tersebut. Rakyat Indonesia tentu saja tidak ingin dijajah oleh bangsa lain. Oleh karena itu, terjadinya banyak peperangan yang menimbulkan jumlah korban jiwa yang tidak sedikit. Oleh karena itu, dalam melakukan suatu tindakan, perlu dipertimbangkan terlebih dahulu apakah dampaknya buruk terhadap orang lain. Selain itu, perlu diketahui bahwa industri lokal sedang berjuang agar mampu bersaing dengan perusahaan asing. Jika kita tidak membantu industri lokal tersebut, maka kita juga memiliki andil dalam kalahnya ‘perang’ industri yang diadakan oleh kaum kapitalis yang dengan senantiasa meraup keuntungan dari dompet kita.

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Addo, Herb. 1986. Imperialism, the Permanent Stage of Capitalism. Tokyo: United Nations University Press.

Itoh, Makoto. 1988. The basic theory of capitalism. New Jersey: Barnes & Noble Books.

Shutt, Harry. 2005. Runtuhnya Kapitalisme. Jakarta: Penerbit TERAJU.

https://www.marxists.org/indonesia/archive/malaka/AksiMassa/index.htm diakses 24 Mei 2014.

http://hizbut-tahrir.or.id/2013/12/20/rezim-pasar-bebas-kapitalisme-memiskinkan-dan-memperbudak-jutaan-ibu-di-indonesia/ diakses 25 Mei 2014.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s