Diabetes Insipidus

Diabetes insipidus adalah penyakit yang ditandai dengan seringnya pengeluaran urin yang sangat encer (poliuri) dan rasa haus yang berlebihan (polidipsi). Penderita penyakit ini bahkan bisa minum sampai sekitar 30 liter per hari.

Diabetes insipidus dapat menyebabkan penderitanya memiliki masalah dengan penyerapan air yang mengakibatkan polidipsi (rasa haus yang berlebihan)

Jika kompensasi hilangnya cairan karena urinasi tidak terpenuhi, maka akan terjadi dehidrasi yang menyebabkan tekanan darah rendah dan syok. Selain itu, penyakit ini juga menyebabkan besarnya jumlah asupan cairan yang diperlukan dan bahkan mengompol. Hal-hal tersebut terjadi karena kurangnya ADH (hormon antidiuretika) alias AVP (vasopresin) – hormon yang mempengaruhi banyak sedikitnya urin yang dikeluarkan serta merupakan pemacu penyerapan air. Diabetes insipidus lebih jarang terjadi dibandingkan dengan diabetes mellitus. Penyakit ini dapat menyerang segala usia.

Diabetes insipidus biasanya merupakan penyakit bawaan dari orang tua, tapi bisa juga disebabkan oleh:

  • Tumor otak
  • Cedera otak
  • Ensefalitis (radang otak)
  • Meningitis kronis (radang selaput)
  • Sklerosis multiple
  • Hiperkalsemia (kadar kalsium darah yang tinggi)
  • Kelainan fungsi atau kerusakan pada hipotalamus
  • Kelenjar hipofisa gagal melepaskan ADH ke dalam aliran darah
  • Sarkoidosis
  • Tuberkulosis
  • Aneurisma (penyumbatan arteri yang menuju ke otak)
  • Histiositosis

Diabetes insipidus dapat diidentifikasikan dengan berbagai cara. Selain melihat ciri-ciri gejalanya di atas, dapat dilakukan tes urin dan darah. Urin yang dikeluarkan oleh orang yang terkena penyakit ini tidak bewarna kuning, melainkan agak pucat atau bahkan tanpa warna. Selain itu, urin penderita diabetes insipidus juga lebih cair dan banyak mengandung air.

Cek darah dapat dilakukan untuk memeriksa apakah seseorang terkena penyakit diabetes insipidus atau tidak

Ada berbagai tipe diabetes insipidus, yaitu:

  • Neurogenik (sentral) : kurangnya produksi antidiuretik di otak
  • Nefrogenik : kadar hormon antidiuretik normal, tetapi ginjal tidak memberikan respon yang normal terhadap hormon tersebut
  • Gestational: terjadi selama kehamilan
  • Dipsogenik: terjadinya kerusakan mekanisme untuk mengatasi rasa haus di hipotalamus.

Diabetes insipidus dapat menyebabkan:

  • Meningkatnya kadar sodium di tubuh yang dapat menyebabkan kerusakan otak
  • Intoksikasi air
  • Terganggunya pertumbuhan pada anak-anak
  • Sakit kepala
  • Pusing
  • Nafsu makan berkurang
  • Kejang
  • Kebingungan
  • Koma

Diabetes insipidus dapat diobati dengan desmopresin hormon (modifikasi dari vasopresin) – hormon yang menginstruksikan ginjal untuk mengurangi pengeluaran urin. Pengobatan dapat dilakukan dengan cara pemberian ADH sintesis melalui suntikan, dihirup, ataupun tablet. Pemberian hormon antidiuretic dapat menyebabkan pembuangan urin berlebihan berhenti, tekanan darah kembali naik, dan denyut jantung menjadi normal. Tetapi, konsumsi berlebihan obat ini dapat menyebabkan penimbunan cairan, pembengkakan dan gangguan lainnya.

Pemberian hormon tersebut dapat dilakukan juga dengan metode water deprivation test. Selama menjalani pemeriksaan tersebut, penderita diabetes insipidus tidak boleh minum sehingga bisa mengakibatkan dehidrasi berat. Karena itu pemeriksaan ini harus dilakukan di rumah sakit atau tempat praktek dokter. Setelah pembentukan air kemih, kadar elektrolit darah (natrium) dan berat badan diukur secara rutin selama beberapa jam. Setelah tekanan darah turun atau denyut jantung meningkat atau terjadi penurunan berat badan lebih dari 5%, maka tes ini dihentikan dan diberikan suntikan hormon antidiuretik tersebut. Kadang diabetes insipidus bisa dikendalikan oleh obat-obatan yang merangsang pembentukan hormon antidiuretik, seperti klorpropamid, karbamazepin, klofibrat dan berbagai diuretik (tiazid). Tetapi obat-obat ini tidak mungkin meringankan gejala secara total pada diabetes insipidus yang berat.

References:

http://penyakitdiabetes.net/diabetes/pengobatan-neurogenic-diabetes-insipidus.html

http://en.wikipedia.org/wiki/Diabetes_insipidus

http://id.wikipedia.org/wiki/Diabetes_insipidus

http://www.ehow.com/facts_5462757_define-diabetes-insipidus.html

http://www.netplaces.com/diabetes/what-is-diabetes/insulin-and-blood-sugar.htm

http://www.nlm.nih.gov/medlineplus/diabetesinsipidus.html

http://mypotik.blogspot.com/2011/02/diabetes-insipidus-suatu-kelainan.html

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s