Kesabaran Sebagai Bekal [1]

Dewasa ini, seringkali kita melihat orang yang tidak sabar.  Mungkin yang terlintas dalam pikiran kita jika kita mendengar “orang yang tidak sabar” adalah orang yang suka marah-marah, tidak mau menunggu, dll. Ya itu benar, tapi ada banyak juga sabar dalam hal lain, yaitu:

1. Sabar menunggu giliran

Meskipun sejak sekolah dasar kita sudah diberitahukan “hargailah pendapat orang lain”, bukan itulah yang kita lihat sekarang. Bahkan dilingkungan saya pun masih ada saja orang yang suka menyela. Ketika saat itu, saya sedang menceritakan sesuatu kepada teman saya. Saya masih sedang bercerita ketika orang itu menyela dan mengajak ngobrol teman bicara saya. Menghargai pendapat orang lain bukanlah hanya tidak mengejek pendapat, tetapi juga mendengarkannya.

2.  Sabar untuk mendapatkan sesuatu

Sayang sekali, sepertinya hal ini yang banyak terjadi saat-saat ini. Banyak orang yang ingin menaikkan gengsinya dengan cara memberi produk-produk mahal mau pun bermerek. Hal yang terlintas di benak mungkin : a) PINJAM ke teman | b) PINJAM ke bank | c) Kerja  lebih keras atau d) Lain kali saja.

Masalahnya adalah, manusia cenderung memperoleh segala sesuatu melalui jalan pintas. Opsi a dan b adalah opsi yang cenderung diambil oleh orang-orang. Opsi c dan d jarang dipilih karena “kebelet” pamer dan rasa MALAS untuk bekerja lebih keras.

Jika hal ini terus berlangsung, maka yang akan terjadi adalah bunga. Bunga yang dimaksud adalah bunga bank atau pun bunga yang diberikan oleh teman Anda. Sebagai contoh:

Seharusnya kita membayar 1.000.000 , tapi karena kita MEMINJAM, kita harus membayar 5% dari nominal tersebut. Berarti kita harus mengeluarkan 50.000 lebih banyak dari seharusnya. Atau pun juga cicilan yang bayarnya per bulan.

Masalahnya adalah, jika kita tidak bisa melunasinya. Kita akan meminjam dari orang lain supaya hutang sebelumnya lunas. Tetapi, muncullah hutang yang baru. Susah sekali keluar dari lingkaran ini. Dikejar-kejar penagih hutang, dan lain-lain. Orang-orang memulainya dari hanya keinginan kecil atau pun juga karena faktor ekonomi. Karena itu HINDARILAH HUTANG karena itu sangat berbahaya.  Bersabarlah dalam membeli sesuatu.

Saya pernah bermain game yang menggunakan voucher sebagai uang tambahan. Saat itu, saya memaksakan diri untuk membeli voucher yang harganya agak mahal pada hari itu juga meski pun orang tua menyarankan untuk membelinya besok saja. Setelah saya sudah menggosoknya dan memasukkannya, ternyata keesokan harinya nilai isi dari voucher tersebut bertambah 15%. Misalnya saya seharusnya mendapat 23.000 koin, saya hanya mendapat 20.000 koin.

Itulah mengapa kesabaran itu penting

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s