Contoh-contoh puisi baru

Hymne

Terima Kasih TUHAN

Karya Raisa Luniar

Hari ini rasanya aku telah membuka dunia baru

Tuhan…..

Terima kasih telah mengingatkanku

Tentang satu arti pentingnya kehidupan

Terima kasih telah menyadarkanku

Dari terperuknya aku di dalam duka

Dan…

Terimakasih telah menuntun langkahku

Untuk selalu bersyukur kepada-MU

Tak ada kata yg lebih indah

Selain panjat syukur dan terima kasih.

Dari diriku,

untuk-Mu Tuhan

Tuhan……

Sekalipun Engkau ingin menghentikan langkahku.

Aku ikhlas

Karena yang aku tahu

Tak ada yang abadi di dunia ini

Elegi

PAHITNYA HIDUP
Oleh Yani

Pahit getirnya hidup telah banyak ku lalui,
dalam setiap hembusan nafas dan deraian air mata
Semua itu telah melukiskan luka tersendiri
dalam satu ruang di hati ini

Kecewa, sakit, menahan setiap luka
Goresan itu telah melukai batin yang sudah cukup tersiksa ini
Dan semakin lama membuatku makin sakit dan sakit

Kini aku telah dirambah oleh keterasingan hidup dan kesengsaraannya
Semangatku telah patah
Senyumanku telah pudar
Karena aku telah terjerat dalam sbuah kehidupan yang semu

Aku terjatuh di sebuah jurang kegelapan,
tersesat dalam jalan tak berujung, dan
tenggelam di tengah lautan tak bertepi

Dingin dan sunyinya malam selalu menyudutkanku dalam tangis
Manis pahitnya hdup membuatku bimbang dan resah
Aku bener-benar terpuruk dalam keterpurukan yang panjang
Kesedihan memenuhi setiap anganku
Pikiranku dipenuhi awan mendung yang gelap
Semakin lama semakin ku ingin menjauh, pergi, dan lari
membawa setiap luka dan rasa kecewa
Namun aku tak mau terlalu lama dijajah oleh rasa pilu,
karena rasa itu telah menghancurkan harapan ini

Aku telah didera oleh dinginnya angin malam
yang menusuk ragaku
Aku dilanda ketakutan  kegelapan yang mencekam

Kini aku benar-benar merasakan pahitnya hidup
sendiri dalam sbuah keterasingan
yang menghadirkan sejuta luka kalbu

Setiap ku mencoba tuk berdiri
Aku slalu di dudukkan oleh bayangan dunia kegelapan
Bayangan itu slalu melayang-melayang di benak ini
Mengiringi setiap pijakan langkah kaki dan detak jantung

Aku lemah langkahku gontai
merasakan tabir kehidupan ni
Alunan nada sendu selalu berdengung-dengung di pendengaranku
Tatapan kebencian selalu membayangiku dalam tangis

Kesunyian, kesendirian, dan kesedihanku
Telah menggagalkanku dalam mengarungi hidup ini
Aku kehilangan……………

 

Satirik

SAJAK MATA-MATA

Oleh  W.S. Rendra

 

Ada suara bising di bawah tanah

Ada suara gaduh di atas tanah

Ada ucapan-ucapan kacau di antara rumah-rumah

Ada tangis tak menentu di tengah sawah

Dan, lho, ini di belakang saya

ada tentara marah-marah

Apa saja yang terjadi ? Aku tak tahu

Aku melihat kilatan-kilatan api berkobar

Aku melihat isyarat-isyarat

Semua tidak jelas maknanya

Raut wajah yang sengsara, tak bisa bicara,

menggangu pemandanganku.

Apa saja yang terjadi ? Aku tak tahu

Pendengaran dan penglihatan

menyesakkan perasaan,

membuat keresahan –

Ini terjadi karena apa-apa yang terjadi

terjadi tanpa kutahu telah terjadi

Aku tak tahu. Kamu tak tahu

Tak ada yang tahu

Betapa kita akan tahu

kalau koran-koran ditekan sensor,

dan mimbar-mimbar yang bebas telah dikontrol

Koran-koran adalah penerusan mata kita

Kini sudah diganti mata yang resmi

Kita tidak lagi melihat kenyataan yang beragam

Kita hanya diberi gambara model keadaan

yang sudah dijahit oleh penjahit resmi

Mata rakyat sudah dicabut

Rakyat meraba-raba di dalam kasak-kusuk

Mata pemerintah juga diancam bencana

Mata pemerintah memakai kacamata hitam

Terasing di belakang meja kekuasaan

Mata pemerintah yang sejati

sudah diganti mata-mata

Barisan mata-mata mahal biayanya

Banyak makannya

Sukar diaturnya

Sedangkan laporannya

mirip pandangan mata kuda kereta

yang dibatasi tudung mata

Dalam pandangan yang kabur,

semua orang marah-marah

Rakyat marah, pemerinta marah,

semua marah lantara tidak punya mata

Semua mata sudah disabotir

Mata yang bebas beredar hanyalah mata-mata


Didaktik

ILMU
Karya Doni WS

Ku buka buku helai demi helai
Ku baca kata demi kata dengan hati
Ku tulis semua makna dan arti

Ilmuku tak terasa berat ku bawa
Ke ingin tahuanku tak malu bertanya
Biar semua tahu itu apa
Biarku jawab itu semua
Karma ku tahu itu jawabannya

Otaku tak ingin beku
Pikiranku selalu ingin tahu
Karena pengetahuanku aku jadi lugu

 

Lirik 

Aku Ingin Menghilang

Oleh Edreamj

Tuhan,
aku ingin menghilang
bersama bintang yang ditelan malam

Karena seketika hilanglah segala kuatku!
Aku pun tak tahu di mana aku berdiri,
kepada siapa aku mendongakan segala yang kupunya,
peran apa yang ku lakoni?

Tuhan, biarkan aku meredup
Seperti redupnya pelangi saat langit mencerah
Dan biarkan hanya indahku yang diingat

Karena tak mampu lagi aku mencinta
Dan hilang semua pengertian dan nalarku
Mengapa?
Di manakah?
Kapankah?
Akankah?
Mungkinkah?
Bilakah?
Hanya itu yang tertinggal…

Tuhan, biarkan hatiku mendingin
Seperti mendinginnya musim ini

Karena, aku semakin tak tau ke mana aku berjalan
Dan ketika semakin aku mencoba berlari dari memori itu,
Malah lukaku semakin terbuka lebar!

Tuhan, bolehkah?

Karena semakin aku berteguh
Semakin jiwa ini terpuruk,
Tak dapat terbang…
Diikat dengan semua yang lalu dan harap yang mustahil..

Sungguh aku tak mengerti
Naskah apa yang ada di tangan sang pujangga hidup!

Tuhan.. biarkan aku..
sekali ini saja

menghilang..

tanpa jejak..

 

Dramatik

 Pedagang Keliling

Karya Bradley Setiyadi

Menyusuri jalan-jalan

Di bawah teriknya siang
Menuju berbagai tempat
Komplek perumahan
Terminal
Perempatan
Atau sekolahan
Dengan gerobak dorong
Atau keranjang gendong
Berteriak menembus udara
Seakan menantang sepi
Menyebutkan barang bawaan
Atau cukup dengan kentongan
Yang penting ada pembeli yang memanggil
Senandung terus dikumandangkan
Entah itu minyak
Atau abu gosok
Atau barang bekas
Atau makanan ringan
Sepanjang perjalanan
Sepanjang panasnya siang
Hingga menjelang malam

 

Epik

Jasa Yang Ku Kenang

Oleh Vivian Larasati

Hai.. Pahlawan
Rasa nasionalisme yang kau miliki sangat tinggi
Kau berjuang demi tanah airku
Tanah air Indonesia
Kau berjuang agar bangsa ini merdeka
Kau berjuang tanpa kenal putus asa
Hingga bangsa ini mendapatkan kemerdekaan
Merdeka dari penjajahan bangsa lain
Terima kasih pahlawanku
Berkat jasa-jasamu
Kami dapat hidup dengan aman dan tentram
Tanpa rasa takut akan dijajah

 

Naratif

Jenazah

Karya Mansur Sarmin

Mataku terkapar ke tengah pintu dekat mimbar

Sorot lampu samping pilar

Dan aula yang tenang

Di tengah terbaring jenazah

Berpagar beranda bunga

Dan panji-panji Mahajaya

Malam makin tenang saja

Di benakku suara: hingar sekretariat negara

Sejenak tenang, langkah riuh berderap

Silang siur dengan kapal terbang

Gardu dan pagar-pagar besi gempar sekali

Kegaduhan dan sepatu duri berlari

Kemudian mataku hinggap ke jenazah

dekat kesamaran gerombol mahasiswa

terpacak bendera

Di ujung bangku tegak pekur para mahasiswa

di lengannya pita hitam dan selampai

Dari celah-celah mereka, kulirik kertas putih,

tertulis nama : Arief Rahman Hakim

Malam tambah jauh dan makin tua

Tiba-tiba di belakangku muncul mahasiswa

dengan ragu bertanya : “Bapak siapa?”

Wartawan atau alat negara?

Dengan sigap kujawab : “Saya penyair

yang turut ambil bagian

dalam demonstrasi tadi pagi!”

Dijalan pulang ke Timur,

desah gerimis mulai turun

Aku tunduk melangkah dan melangkah

Lama baru sadar kemeja telah basah

Kutatap belakang jauhan tampak gedung-

gedung salemba

Nun aula Universitas Indonesia

Tempat upacara duka

Terbaring putra tanah air

Menanti kupahat dalam puisi

 

Ode 

Puisi untuk Guru

Oleh Muhammad Yanuar

Engkau bagaikan cahaya

Yang menerangi jiwa

Dari segala gelap dunia

Engkau adalah setetes embun

Yang menyejukkan hati

Hati yang ditikam kebodohan

Sungguh mulia tugasmu guru

Tugas yang sangat besar

Guru engkau adalah pahlawanku

Yang tidak mengharapkan balasan

Segala yang engkau lakukan

Engkau lakukan dengan ikhlas

Guru jasamu takkan kulupa

Guru ingin kuucapkan

Terima kasih atas jasamu

 

Romance

Cinta

Karya Kahlil Gibran

Sejak kehadiranmu hingga kini

Ruang hatiku beraroma wangi

Buaian bunga-bunga rindu menari

Yang kau tinggalkan di hati

Makin hari bersemi

Tanpa layu senyum ini

Tersirami cinta suci

Darimu kekasih hati

Jangan biarkan aku sendiri

Kuhanya ingin memiliki

Dirimu seutuhnya cinta sejati

Menjadi harga mati tak tertawar lagi

Andai ada pengganggu hati

Hati ini tegas menghadapi

Janganlah engkau ragu lagi

Hati ini milikmu abadi

About these ads
Categories: Bahasa Indonesa | Tags: , , , , , , , , , , , | 1 Komentar

Post navigation

One thought on “Contoh-contoh puisi baru

  1. Ag suka puisi dgn judul terima kasih tuhan & pahitnya hidup.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com. The Adventure Journal Theme.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: